Warung Internet adalah sebuah kata yang berkembang diantara para aktifis Internet Indonesia di tahun 1997-1998 untuk sebuah kios yang memiliki banyak komputer untuk di sewakan bagi pengakses Internet. Pada masa itu, secara tidak sadar terjadi perebutan singkatan dari Warung Internet antara WARIN dan WARNET. Seharusnya jika kita konsisten dengan proses menyingkat kata, seperti WARTEG (Warung Tegal) dan WARTEL (Warung Telekomunikasi), maka yang seharusnya di pilih adalah WARIN.
Karena Internet, .NET, menjadi akhiran yang sangat menarik dalam jaringan Internet, maka kebanyakan rekan-rekan di masa itu lebih memilih istilah WARNET daripada WARIN. Oleh karena itu tidak heran hingga saat ini WARNET diadopsi oleh masyarakat Indonesia.
Warnet merupakan sebuah tempat di mana seseorang bisa mengakses internet. Tempat tersebut biasanya dilokasikan sebagai tempat umum mirip dengan sebuah restoran, sementara biaya sewanya biasanya dipatok per jam.Di negara dunia ketiga, warnet adalah tempat kebanyakan orang mengakses internet. Sementara itu di negara-negara atau daerah-daerah maju akses internet sudah ada pada hampir setiap rumah dan warnet jarang didapatkan dan mahal tarifnya.
Di beberapa negara yang banyak mengandalkan sensor seperti RRC dan Singapura, warnet-warnet dikontrol. Tetapi hal tersebut bertolak belakang dinegara-negara lain karena dinegara-negara tertentu malahan diberi bilik-bilik pribadi agar dapat mengakses yang mereka inginkan tanpa dibatasi.
Berkembangnya Teknologi Informasi telah membuat banyak orang membutuhkan berbagai informasi dari seluruh dunia. Dari hal inilah yang memotivasi seseorang dengan berbagai pikiran dan pertimbangan akan dibutuhkannya sebuah media penyedia jasa internet yang akan sangat membantu banyak orang untuk memperoleh informasi.


0 komentar:
Posting Komentar